Gugatan Kris EXO Terhadap SM Entertaiment

10344790_724017684306547_8150109339536962702_n

Bulan Mei merupakan bulan duka bagi para EXOstand (EXO fans). bagaimana tidak? Pria yang dijuluki dengan Galaxy gege, Kris, akan hengkang dari SM Entertaiment. Pada tanggal 15 Mei 2014, dikabarkan Kris meminta gugat kontraknya dengan SM Entertaiment. Hal ini mengejutkan semua member EXO maupun EXO fans.

SM Entertaiment telah mengkonfimasi tentang hal tersebut. Kasus ini seperti kasus Hankyung “Super Junior” 5 tahun yang lalu. Hankyung juga memiliki masalah dengan kontrak kerja dengan SM Entertaiment. Seperti yang kita ketahui, SM Entertaiment telah memperlakukan anak didiknya layaknya budak. Mereka tidak memikirkan kondisi para artis bimbingannya. Seperti contoh Kris. Sebelum tampil di salah satu televisi swasta, Kris pada saat itu sedang sakit dengan pencernaannya sehingga ia bolak-balik ke kamar mandi sepuluh kali dan ia diharuskan tampil dalam keadaan sakit seperti itu. Sungguh tidak berkeprikemanusian!

Banyak contoh lainnya yang memberlakukan artis dibawah naungannya seperti itu. Pada postingan Tao EXO di Instagram, ia dan member EXO lainnya merasa dikhianati oleh leader dari EXO M. sehingga mereka serempak meng-unfollow instagram milik Kris kecuali Baekhyun EXO.

Kenapa Baekhyun tidak meng-unfollow instagram milik Kris? Dia menyembunyikan smartphone-nya ketika staff meminta semua smartphone milik member EXO dan berpura-pura smartphone-nya ketinggalan. Alhasil, Baekhyun ditampar oleh staff tersebut.

Pagi pukul 09.00 waktu setempat, Luhan EXO meng-update status di weibo-nya. “Hai! Luhan di sini! Ini benar-benar saya, jangan waspada! Hari ini kami menerima berita dari perusahaan kami dan aku benar-benar marah. 12 dari kami datang semua
cara bersama-sama, mendukung dan merawat satu sama lainnya. Kami tidak hanya sebuah tim, kami juga saudara-saudara! Belum ada kesimpulan yang dibuat jadi silakan lakukan tidak membuat randomguesses. Termasuk 12 dari kita, kita bahkan tidak tahu apakah kita akan terus sebagai 12 anggota pada impian kami sebagai 11. Kita tidak bisa menggunakan telepon kami. (karena) perusahaan kami telah menyita mereka!
Saya posting pesan ini melalui computer asisten selama istirahat. Mereka yang mencintai EXO, tetap kuat! Tunggu kesimpulan akhir! Saya berdoa semoga kita akan
masih tetap sebagai 12. Karena kita masih belum mencapai impian dan tujuan kita. Tujuan kami adalah 12, tidak 11”

Di sini saya tidak bermaksud menjelek-jelekkan SM Entertaiment maupun membela Kris. Tapi saya hanya mengemukakan pendapat tentang kasus yang Kris alami sekarang. Memang kasus yang seperti itu memiliki dua keputusan, antara keluar dari SM Entertaiment dan tetap bertahan tapi diperlakukan layaknya budak. Banyak EXO fans yang menuntut agar Kris tidak keluar dari EXO. Kita doakan saja semoga Kris dapat menyelesaikan permasalahannya dengan SM Entertaiment dan jangan ada lagi kejadian seperti ini.

 

Peter Pan Part 1

Tittle : Peter pan
Main Cast : Luhan as PeterPan, Choi Wendi (OC), Kris as Captain Hook
Other Cast : All member EXO
Genre : Romance, Comedy, Thiller, Angst, Friendship
Rating : PG-17
Length : Multi Chapter
Disclaimer : Fanfic ini asli milik author. Fanfic ini banyak mirip dengan cerita asli Peter Pan, Narnia (maybe), dan Resident Evil karena author ingin melibatkan zombie di sini. Sebelumnya author mengganti nama usernya karena author ingin teman-teman dan saudara author tahu kalu author ini suka membuat fanfic. mohon kerjasamanya^. Please, don’t copy paste without permission!

Happy reading

eomma! Wendi tidak mau menikah dengan anak dari mr. Park! Pokoknya Wendi tidak mau!” tolak seorang gadis mentah-mentah .

“tapi Wendi, appa-mu sudah membuat perjanjian dengan keluarga Park, sayang. Uri appa sudah janji akan menikahkan Wendi dengan anak dari keluarga Park. Eomma mohon, turuti permintaan uri appa sekali ini saja.” Pinta ibu si gadis itu.

eomma! Apa eomma tidak punya hati? Wendi selalu menuruti permintaan eomma dan appa. Tapi kalian tidak pernah menuruti permintaan Wendi selama ini! Apa itu adil? Eomma dan appa jahat dengan Wendi!”

“Wendi sayang, eomma mohon, turuti permintaan uri appa. Jangan buat appa kecewa dengan Wendi.” Sang ibu mencoba merayu putrinya sekali lagi walaupun ia tahu ini akan membuahkan hasil sia-sia.

“kecewa? Justru kalian yang membuat Wendi kecewa dengan kalian! Kalian selalu menuruti permintaan dari Wenda. Wendi iri dengan Wenda! Apa kalian tidak mikir kalau Wendi juga ingin seperti Wenda! “

eomma mengerti sayang, amat mengerti. Eomma mohon untuk terakhir kalinya, Wendi mau menerima tawaran ini. Eomma janji, tidak akan memaksa Wendi lagi”

Bukankah di perjanjian itu, appa akan menikahkan salah satu putrinya kepada keluarga Park. Kenapa kalian lebih memilih Wendi ketimbang Wenda? Wenda lebih cantik dari Wendi, Wenda juga lebih baik ketimbang Wendi. Alangkah baiknya jika eomma menikahkan Wenda dengan anak keluarga Park?

Wendi tahu sendiri bukan kalau appa sudah memilih Wendi untuk menjadi calon menantu keluarga Park, itu sudah permanen, tidak bias dirubah kembali.”

oh gosh! Kenapa harus Wendi, Wendi, dan selalu Wendi?! Pokoknya Wendi menolak pernikahan ini, Sampai kapanpun Wendi tidak setuju dengan pernikahan konyol ini!” pertahanan Wendi roboh, ia meninggalkan ibunya sendirian di ruang keluarga.

Cepat-cepat ia masuk ke kamar dan mengunci pintu. Ia sudah tidak kuat lagi jika hidupnya selalu di penuhi dengan keterpaksaan. Ia menangis sejadi-jadinya dan terus merutuki kehidupannya.

tolong, aku! Tolong bawakan aku dari sini! Sungguh aku tidak sanggup lagi, aku bosan dengan hidupku seperti ini! Aku ingin bebas dari kehidupanku yang sangat menyebalkan ini. Siapa saja tolong aku!” teriaknya memohon sambil menutup kupingnya rapat-rapat.

Satu per satu air matanya turun membasahi pipi chubbynya itu. “eomma jahat! Eomma lebih sayang Wenda ketimbang Wendi! Semuanya tidak adil! Wendi benci kalian semua, Wendi benci!” teriaknya sambil memeluk boneka beruang besar peninggalan mantan kekasihnya. Mantan kekasih telah meninggal dunia beberapa bulan yang lalu.

Mengingat itu semua membuat hati Wendi terasa sakit kembali. Masalah ini mampu membuat Wendi frustasi. Sekarang mendengar pernikahannya dengan namja lain yang sudah dijodohkan oleh orang tuanya.

Wendi beranjak dari tempatnya, berjalan menuju meja belajarnya. Terdapat kotak kecil pemberian sang mantan sebelum meninggal dunia. Ia penasaran dengan isi kotak tersebut. Sebelumnya ia belum pernah melihat isi kotak tersebut. Pesan mantan kekasihnya, boleh dibuka ketika bulan purnama di bulan Desember, karena itu akan membawa keajaiban tersendiri. Ia melihat bulan dari jendela, setelah itu melihat kalender yang berada di sampingnya.

Sekarang tanggal 11 Desember 2009, tepat bulan purnama menampakkan bentuknya. Dengan hati-hati ia membuka kotak tersebut. Alangkah terkejutnya ia melihat seorang namja mungil tengah tertidur di dalam kotak tersebut. Sontak ia melempar kotak itu sembarang tempat. Alhasil, namja tersebut terbangun dan jatuh tersungkur di lantai.

yak! Apa kau tidak punya sopan santun eoh? Arg!” teriak namja itu kesakitan. Perlahan tubuh mungilnya membesar layaknya manusia pada umumnya. Tinggi besar.

siapa suruh kau berada di dalam kotak itu? Apa kau jin penjaga kotak itu?” Tanya Wendi ketus.

dasar manusia, dari dulu tidak pernah berubah. Sama-sama egoisnya. Kuberitahu, aku bukan jin. Aku manusia!” Gerutu namja itu sambil menepuk-nepuk kaki dan pantatnya.

mwo? Yak! Tidak semua manusia egois seperti itu! Ah! Sepertinya hari ini aku kenal sial terus. Neo! Bisakah keluar dari kamarku? Kau sudah membuatku tambah emosi. Kalau manusia, kenapa kau ada di dalam kotak itu? Bukankah yang bisa seperti itu sebangsa jin dan kau juga bisa membesarkan badanmu sampai sebesar itu. Apa itu manusia?” Ujar Wendi disertai pengusiran kepada namja itu.

shireo! Kalau aku diusir, nanti aku tidur dimana? Di kotak itu lagi? Ogah amat! Tidur di kotak itu membuat badanku resuk semua. Bahkan hampir membuatku mati kedinginan. Ah, apa kau tidak kasihan padaku? Aku sudah terkurung di dalam kotak itu terlalu lama. Ayolah, kasihilah aku.” Ucap namja itu memelas. Tidak lupa ia juga memperlihatkan aegyo-nya.

aku tidak kasihan padamu. Aku kenal kau tidak, minta dikasihani pula. Sekali tidak tetap tidak. Cepat keluar sebelum aku berteriak.” Ancam Wendi.

yak, yak, yak! Jangan! Aku mohon satu kali ini saja. Kalau kau memperbolehkanku, akan aku ajak ke Neverland.”

Neverland? Neverland itu apa? Tempatnya dimana? Apakah sama seperti di sini? Apa tempat itu berada di Amerika sana? Kau jangan membohongiku!”

ani, aku tidak membohongimu. Besuk kita buktikan.”

kenapa harus besuk? Sekarang saja. Biar aku percaya denganmu.”

tidak bisa. Ini sudah lewat waktunya. Berhubung ini masih awal bulan purnama, kita bisa singgah di sana.”

memang kalau kita ke sana akhir bulan purnama, kita masih bisa singgah di sana?” Tanya Wendi semakin penasaran dengan Neverland. Tampak asing dengan tempat tersebut.

kita masih bisa ke sana tapi resikonya kau tidak bisa kembali ke sini lagi”

mwo? Ah, sepertinya sulit untuk pergi ke sana. Besuk kita berangkat pukul berapa? Jangan terlalu pagi. Aku masih sekolah. Jangan terlalu siang, aku ada les bimbingan. Jangan terlalu sore, aku membantu eomma berjualan.”

ternyata kau yeoja super sibuk eoh. Kita berangkat malam gimana? Tepat pukul 12 malam. Eotteh?”

apa tidak terlalu malam? Nanti eomma mencariku gimana? Ya walaupun eomma-ku tidak terlalu protect sama aku. Tapi setiap malam dia selalu ke kamarku. Aku takut.”

tenang. Aku bisa mengelabuhi eomma-mu. Pokoknya kita harus berangkat! Arrachi?”

oke deh. Terima kasih tawarannya. Hmm, kalau boleh tahu, namamu siapa?”

Xi Luhan Peterpan. Kau bisa panggil aku Luhan. Kalau namamu nona manis, siapa?”

aku, aku Wendi, Choi Wendi. Bangapseumnida.

ne. Sekarang waktunya tidur. Seorang yeoja tidak baik tidur terlalu larut”

iya, habis ini aku akan tidur. Neo! tidur dibawah!” Wendi melempar bantal dan selimut tepat di wajah Luhan.

yak! Tidak bisakah kau bertingkah lebih manis, nona? Kau benar-benar keterlaluan dengan namja di depanmu.” Geram Luhan.

yang minta tidur di sini siapa? Kau bukan? Aku sudah berbaik padamu untuk tidur di tempatku. Masih kurang apa lagi eoh? Sekali lagi kau berteriak, aku tidak senggan-senggan menyeretmu ke luar rumah. Kau mau tidur di luar sedangkan di luar sana sedang terjadi hujan salju?” Ancam Wendi sambil menyeringai senyumannya.

tidak perlu, terima kasih. Di sini cukup hangat buatku.” Ucap Luhan ketakutan ketika ada aura aneh di sekelilingnya.

good boy! Jaljayo, semoga tidurmu nyenyak.Tidak butuh memerlukan waktu banyak Wendi tertidur dengan pulas.

Luhan melihat raut muka Wendi sedang tertidur. Ketika ia tidur, ia terlihat begitu tenang dan damai. Berbeda sekali seperti beberapa menit yang lalu. Luhan mengelus-elus rambut Wendi yang terurai begitu saja. “yeoppoda! Sesuai ramalan, kau benar-benar cantik, Wendi-sshi. Apakah kau yang ada di ramalan itu?” Luhan masih tetap mengelus-elus rambut Wendi.

Tidak lama kemudian, datanglah seorang peri mungil menghampiri Luhan. Tampaknya mereka berbincang-bincang begitu serius. Usai berbincang-bincang, Luhan mengecup kening Wendi sekilas. “Wendi-sshi, aku pamit pulang sebentar. Besuk aku janji akan membawamu ke kampungku, Neverland. Tidurlah yang nyenyak. Semoga harimu menyenangkan.” Katanya sebelum ia pergi. Luhan dan peri itu terbang dan pergi meninggalkan Wendi yang masih terjaga di bawah benderangnya cahaya bulan di bulan Desember ini.

ϰ ϰ ϰ Peter Pan ϰ ϰ ϰ

Sang mentari telah menampakkan sinarnya. Musim dingin di bulan Desember tidak membuat semua orang bermalas-masalan di dalam rumah. Mereka tetap bersemangat memulai harinya walaupun udara dingin menusuk tulangnya. Tidak terkecuali Wendi. Kini ia tengah bersiap-siap untuk berangkat sekolah.

eomma! Wendi berangkat dulu eoh!” teriaknya sambil memasang sepatu di depan pintu kamarnya.

tunggu sebentar! Belikan eomma garam di depan rumah. Persediaan garam di rumah habis.”

eomma! Wendi terburu-buru sekarang. Eomma suruh Wenda buat beli garamnya.”

Wenda sudah berangkat dari tadi, sayang. Cepat belikan, masakanku keburu matang.” Dengan perasaan dongkol, Wendi terpaksa menuruti permintaan eomma-nya. Dengan langkah terburu-buru, ia bergegas membeli garam depan rumah. Setelah membelikan garam, cepat-cepat ia berangkat sekolah.

Jam menunjukkan pukul 06.30 KST, pintu gerbang sebentar lagi segera ditutup. Wendi menambah kecepatan berlarinya agar hari ini ia tidak terlambat masuk sekolah. Ia tidak ingin image sebagai murid teladan nomor dua setelah Wenda rusak seketika dikarenakan telat! Jarak antara rumah dan sekolah lumayan jauh bila jalan kaki. Sebenarnya di daerah tempat ia tinggal ada alat transportasi untuk sampai di sekolah, namun Wendi ingin sedikit berhemat. Sepuluh meter lagi, ia telah sampai di sekolah, tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang mendorongnya hingga ia jatuh tersungkur di jalanan.

yak! Neo micheoso! Kau tidak lihat apa ada orang sedang terburu-buru?” Marahnya kepada orang yang mendorongnya tadi.

oh! Mian! Aku tidak melihat ada orang yang sedang terburu-buru. Maaf aku tidak bisa menolongmu, aku juga sedang terburu-buru. Annyeong!” orang yang menabraknya meninggalkan Wendi sendirian.

yak! Shin Hyun Pil! Dasar yeoja tengik! Kau ingin bermain-main denganku eoh? Arg!” Wendi tidak kuat untuk berdiri. Kaki kanannya terkilir. Lengkaplah sudah penderitaan Wendi hari ini. Sebentar lagi pintu gerbang akan ditutup. Semua murid SMA KyungDong berlari dan menghiraukan Wendi.

Dengan susah payah Wendi berjalan terseok-seok. Sebentar lagi ia hampir tiba di pintu gerbang, namun kakinya tidak mengizinkan untuk masuk, ia kembali oleng dan terjatuh. Mencoba bangkit kembali ia sudah tidak mampu lagi berdiri. Sebuah tangan kekar terulur di depan Wendi. Wendi menatap pemilik uluran tangan tersebut. Betapa terkejutnya Wendi ketika ia mengetahuinya.

gwenchana?”

Wendi tidak mampu menjawab pertanyaan dari Chanyeol, sunbae Wendi. Diam-diam dia menyukai namja di depannya dua tahun terakhir ini, walaupun dia sudah ada yang memiliki satu tahun yang lalu tapi Wendi masih menyimpan rasa pada sunbae-nya itu.

pasti kau tidak bisa berjalan. Ayo naik ke punggungku.” Tawar Chanyeol sambil jongkok di depan Wendi.

ah, tidak perlu, sunbae. Lagian aku masih bisa jalan.” Tolak Wendi.

jinjjayo? I think it’s so bad. Cepat naik, keburu kita telat.”

Dengan keadaan terpaksa, Wendi menuruti penawaran dari Chanyeol. Ketika memasuki sekolah, mereka menjadi pusat perhatian murid-murid SMA KyungDong dalam sekejap. Bagaimana tidak, Chanyeol merupakan murid terkenal ramah dan berbakat itu menggendong Wendi yang merupakan murid yang anti yang namanya namja. Gossip pun mulai menyebar. Mereka berperasangka bahwa Wendi berpacaran dengan Chanyeol, ada pula Wendi sebenarnya seorang yeoja tidak punya malu. Namun Wendi cuek dengan berita-berita miring itu. Tidak ada yang tahu kalau Wendi tengah menyukai orang yang menggendongnya bahkan saudaranya sendiri juga tidak tahu tentang perihal ini.

Di UKS, Wendi diobati oleh Chanyeol. Perasaan senang, malu, gugup bercampur menjadi satu. Diam-diam ia mengamati gerak-gerik Chanyeol ketika mengobati dirinya.

jangan melihatku seperti itu. Kau tahu kalau aku ini benar-benar tampan. Apa kau terpesona kepadaku, nona Choi?” goda Chanyeol tetap mengobati luka Wendi.

ye?! Ah, aniyo! Siapa juga yang melihat sunbae. Orang culun gitu dibilang tampan. Ck, ternyata sunbae terlalu narsis.” Ejek Wendi sambil melipat kedua tangannya.

kau pasti bohong. Murid-murid di sini banyak yang bilang kalau aku ini tampan. Bahkan ketampananku melebihi Lee MinHo. Sebentar lagi aku akan menjadi artis dadakan karena ketampananku. Hahaha, bercanda.” Candanya.

tidak lucu.” Wendi tetap memasang wajah cueknya walaupun di dalam hati ia ingin tersenyum dengan candaan Chanyeol tadi.

lukamu tidak terlalu parah. Tiga sampai empat hari lagi kau bisa berjalan normal. Sebaiknya kau istirahat dulu. Lagi pula jam pertama sudah dimulai. Akan kubuatkan surat sakit.”

tidak perlu, sunbae. Nan gwenchana. Aku sudah sehat. Lihat! Aku tidak pucat, kan?”

Chanyeol melihat sekilas, “hmmm, kau memang terlihat tidak pucat tapi lututmu masih sakit. Jangan banyak alasan, pokoknya kau istirahat. Nanti jam istirahat aku ke sini.”

tidak perlu repot-repot, sunbae. Sunbae pasti repot.”

ani. Aku tidak repot kok. Aku ke sini lagi jam istirahat. Aku harap kau tidak kabur, nona Choi. Aku permisi dulu.” Chanyeol membungkukkan badannya dan meninggalkan Wendi sendirian di UKS. Ia menarik selimut hingga kepala dan membayangkan kejadian yang barusan dialaminya. Apakah ia tengah bermimpi? Apakah tadi benar-benar nyata. Kurang lebih seperti itu pertanyaan di dalam pikiran Wendi.

Ia mencoba membuktikan dengan mencubit pipinya sendiri. Terasa sakit dan terbukti itu benar-benar nyata. Tidak henti-hentinya ia tersenyum dan membayang-bayangkan ketika ia diobati. Sungguh romantis bukan?

Terdengar derap langkah menghampiri dirinya. Disibak selimut yang menutupi seluruh tubunha dan melihat orang yang datang ke UKS. Seorang yeoja mungil seumurannya berdiri di depan pintu. Ia menghampiri Wendi dan duduk disamping Wendi.

neo gwenchana?”

nan gwenchana. Neo, mau apa kemari?” Jawab Wendi judes.

ani, tadi aku lihat Chanyeol sunbae barusan ke sini. Cuman mau nge-cek saja. Tidak boleh?”

boleh-boleh saja. Tidak ada yang melarang. Selain itu, kau ke sini pasti punya maksud tertentu. Itu benar, kan, Wenda-sshi?” Ujar Wendi dengan tatapan senduktif.

majayo! Kau memang memiliki jiwa detektif seperti appa. Tidak heran kau bisa menebak teka-teki dariku. Oke, to the point saja. Aku ingin kau jauh-jauh dari Chanyeol sunbae. Chanyeol sunbae itu milikku. Sekali lagi kau mendekati Chanyeol sunbae, aku yakin kau pasti tidak akan selamat!” ancam Wenda notabene saudara kembar Wendi.

cih! Aku sudah menduganya dari dulu. Aku tidak pernah mendekati Chanyeol sunbae. Dianya saja yang mendekatiku. Aku benar-benar tidak suka dengan Chanyeol sunbae. Kau dengar itu?”

ck! Dasar wanita murahan. Masih sempatnya berbohong. Kau itu memang wanita penggoda. Sudah berapa namja yang kau dekati? Sekarang sasaranmu Chanyeol sunbae? Pinter ya kau ini, pinter memikat hati para namja. Kau tidak pantas hidup di sini, wanita penghibur”

PLAK!

Sebuah tamparan melesat di pipi Wenda saking kesalnya Wendi terhadap sikap Wenda yang sudah keterlaluan itu.

terserah kau bilang apa, aku tidak perduli. Ini hidupku, bukan hidupmu. Dan satu lagi, kau tidak berhak mengecap seseorang dengan julukan seperti itu. Aku tidak seperti yang kalian pikirkan selama ini. Aku kecewa padamu, Wenda-sshi. Kka!” Usir Wendi sambil menunjukkan ke arah pintu. Setelah Wenda keluar, Wendi memeluk lututnya dan mulai menangis.

Tidak ada yang tahu, di balik sosoknya yang menyeramkan namun hatinya hancur berkeping-keping. Perasaannya hancur, seakan-akan ia tidak punya semangat hidup lagi. Diambilnya sebuah pisau yang tergeletak di atas meja. Dengan perasaan ragu-ragu ia ingin menyobek pembuluh nadi tangannya.

Ketika pisau yang dipegangnya hampir mengenai kulitnya, tiba-tiba pisau itu lepas dari genggamannya dan jatuh ke lantai.

Neo paboya? Ingin mengakhiri hidupmu seperti itu? Cih, sungguh menjijikkan.”

yak! Apa urusanmu eoh? Aku sudah bilang bukan, jangan atur hidupku lagi, arr…” Perkataan Wendi terhenti ketika melihat lawan bicaranya. Bukan Wenda yang ia bentak tapi Peterpan. “kenapa kau ada di sini? Kau nyasar? Apa kau seorang penguntit? Yak! Jadi selama ini kau selalu memantauhiku eoh? Dasar manusia aneh.” Wenda memukul tubuh Luhan dengan bantal dengan kesal.

oi, oi, oi! Aku bukan penguntit, aku hanya mengikutimu saja. Aku bosan berada di kamarmu. Aku tidak bisa bermain apa-apa di kamarmu. Hanya ada beruang dan serigala, tapi mereka semua tidak bergerak. Apakah mereka mati? Kasihannya mereka. Ternyata kau ini ratu tega, Wendi-sshi.” Ujar Luhan sambil menepis pukulan dari Wendi.

itu boneka pabo! Mereka semua mati. Lalu, boneka-bonekaku kau apakan, huh?”

iya aku kubur. Lagi pula mereka sudah mati. Bukankah hewan atau orang yang sudah mati itu harusnya dikubur, eoh?” Jawab Luhan polos.

mwo? Yak! Itu barusan aku cuci, kenapa kau kubur, eoh? Aku tidak mau tahu, pulang sekolah nanti kau harus mencuci semua boneka-boneka yang kau kubur itu.”

mana bisa! Aku capek kalau harus menyuci semua barang-barangmu itu. Mana berat lagi.” Elaknya.

itu enteng, payah. Ah, sepertinya kau itu anak mama. Sana, balik ke mamamu, berhentilah merengek. Aku benci orang seperti itu.”

huh? Apa yang kau bilang? Kau benci orang yang manja? Cih, biasanya yeoja yang banyak merengeknya daripada namja. Kau sedang waras ‘kan?” Luhan mencoba menempelkan punggung tangannya ke dahi Wendi.

jangan menyentuhku, bocah manja. Kau tidak percaya padaku, terserah! Aku tidak perduli! Aku benci kamu!” Wendi melompat dari kasurnya dan berlari menjauh dari Luhan.

yak! Wendi-sshi! Jangan pergi! Aish! Mianhae, Wendi-sshi! Wendi-sshi!” Luhan mengejar-kejar Wendi sambil berteriak minta maaf berulang kali. Wendi menutup telinganya rapat-rapat, mencoba menghiraukan panggilan dari Luhan. “Wendi-sshi! Kau mendengarkanku? Wendi-sshi! Jangan berpura-pura kau tidak mendengarkanku! Mianhae! Pulang sekolah akan aku cucikan boneka yang aku kubur tadi. Sekarang pun aku sanggup asal kau mau memaafkanku, Wendi-sshi! Wendi-sshi, mianhae.” Kurang lebih seperti itu kata-kata yang dilontarkan Luhan saat mengejar Wendi.

geotjimal! Kau pembohong! Aku tidak percaya padamu. Pokoknya aku tidak percaya padamu, Luhan-sshi!” namun sayang, orang yang ia ajak bicara tidak berada di tempat. Tampak siswa-siswi yang berpapasan dengannya merasa aneh dan bingung dengan kelakuan Wendi. Mereka berperasangka bahwa Wendi sudah gila. Bagaimana tidak gila?! Orang yang diajak Wenda bicara tidak ada. Merasa diamati sejak dari tadi, perlahan Wendi menyingkir dari tempat tadi dan berlari dengan kencangnya menuju ke kelas.

hei! Neo gwenchana? Kau seperti habis dikejar sama setan.” Tanya teman sebangkunya, Shin Ji Rin.

ah? Naega? Ani, aku hanya ingin olahraga kecil saja. Tidak boleh?”

boleh-boleh saja, toh tidak ada yang melarang. Besuk kita jadi ke pantai tidak? Anak-anak banyak yang ikut, loh! Termasuk Chanyeol sunbae.”

mwo? Chanyeol sunbae juga? Kenapa dia juga ikut?” Tanya Wendi penasaran.

mollayo? Tiba-tiba dia pingin ikut gitu saja. Gimana? Bisa tidak?”

hmmm, kalau itu, akan kupikir lagi. Kau sendiri tahu ‘kan kalau eomma-ku terlanjur cerewet ketika aku ikut acara seperti? Mengerikan bak nenek sihir di negeri dongeng.”

hahaha, benar juga ucapanmu itu. Aku rasa kau terkekang dengan keadaan seperti itu. Aku turut prihatin padamu.”

apa-apaan sih. Kau kira ini acara bela sungkawa? Aish, sepertinya, tingkat ketidakewarasanmu menjadi-jadi. Apa sebaiknya aku pindah saja agar aku tidak ketular sifat ketidakwarasanmu itu?”

yak! Kau ingin mati eoh, Choi Wendi!”

hahaha. Bercanda. Jangan ngambek, ya? Kalau ngambek, Choi Minho aku rebut loh!” goda Wendi sekali lagi.

kau memang benar-benar ingin mati eoh? Rasakan jurus mautku! Hiyaaa!” Ji Rin memukul Wendi memakai buku tebal tanpa kenal ampun.

yak! Hentikan! Appo! Ji Rin-ah, nan neomu appoyo. Please, stop. Arg!” Ucap Wendi kesakitan sambil memohon kepada sahabatnya itu.

mianhae, aku janji tidak akan menggodamu lagi dengan embel-embel Choi Minho lagi. Arg! Hentikan!” lanjutnya.

oke, aku memaafkanmu tapi aku harus memukulmu terlebih dahulu sampai kau amnesia. Arachi?” ujar Ji Rin dengan penuh semangat memukul Wendi.

yak! Setega itukah kau denganku? Hanya masalah sepele seperti itu kau melakukan hal seperti itu? Cih, sekarang rasakan akibatnya, nona Shin!” Wendi pun membalas semua perlakuan dari Ji Rin dari tadi. Mereka saling memukul satu sama lain. Tanpa mereaka sangka seorang guru telah tiba di kelas.

Shin Ji Rin! Choi Wendi! Bisa diam tidak? Kalau kalian tidak bisa diam, kalian bisa keluar dari pelajaran saya!” ucap Lee seongsaengnim dengan garangnya sambil meletakkan buku yang dibawaannya.

jeosohamnida, seongsaengnim.” Wendi dan Ji Rin meminta maaf dan menunjukkan kepala.

sudah, sudah. Kalian boleh duduk. Kita lanjutkan pelajarannya.” Tidak mau berbasa-basi Lee seongsangnim melanjutkan pelajaran yang sempat tertunda karena keributan yang dibuat oleh Ji Rin dan Wendi. Wendi merutuki diri sendirinya dengan sikapnya yang barusan.

neo gwenchana? Udah jangan dimasukkan dalam hati. Itu hanya peringatan kecil biasa.” Ucap Ji Rin enteng. Si lawan bicara hanya menghela napas dan memperhatikan materi yang diajarkan pada Lee seongsaengnim. Sekilas, ia memikirkan perjalannya nanti ke Neverland. Apakah nanti Luhan benar-benar akan menepati janjinya atau hanya modus belaka. Jika ia benar-benar mengajak dirinya ke Neverland, dia harus membawa barang apa saja yang dibutuhkan untuk kesana?

Choi Wendi! Coba kau ke depan dan jawab pertanyaan-pertanyaan ini.” Wendi sedikit kaget dan langsung maju dan memikirkannya terlebih dahulu. Sejak dari tadi terus memikirkan perjalannya nanti bersama Luhan, si manusia aneh tanpa memperhatikan penjelasan dari Lee seongsaengnim.

sekarang kau mati, Choi Wendi” sekali lagi Wendi merutuki dirinya sendiri.

ϰ ϰ ϰ Peter Pan ϰ ϰ ϰ

aku pulang!” teriak Wendi sambil meletakkan sepatunya.

Kau sudah pulang? Kenapa sore sekali pulangnya? Makan sana! Keburu dingin.” Ucap eomma Wendi lembut. “setelah makan, nanti tolong eomma jaga took, eoh? Eomma mau keluar bersama Wenda.” Lanjutnya sambil memoleskan lipstick pada bibirnya.

nde!” hanya itu balasan dari Wendi. Bergegas Wendi menaiki anak tanda dan masuk ke kamarnya. Dihempaskan tubuh mungilnya di kasur empuknya. Jujur Wendi sangat merasa iri dengan saudara kandungnya, Wenda. Walaupun eomma-nya sering memberi perhatian kecil kepadanya tapi ia merasa eomma-nya lebih perhatian dengan Wenda ketimbang dirinya. Bukannya Wenda mengidap penyakit mematikan yang bisa menyerang kapan saja dan dimana saja, namun rasa manjanya yang berlebihan itulah membuat sang ibu harus memiliki rasa perhatian yang lebih kepada Wenda.

Mengingat perlakuan ibunya akhir-akhir ini sukses membuat kepala Wendi cenat-cenut. Sang ibu telah membuat jadwal kencan buta dengan anak dari keluarga Lee. Sungguh, Wendi sudah muak dengan kehidupannya saat ini. Ia membolak-balikkan tubuhnya untuk menghilangkan semua prasangka buruknya itu.

kau sudah siap-siap, eoh?” Tanya Luhan tepat di depan wajah Wendi. Wendi membuka matanya dan terkejut melihat kehadiran Luhan. Tanpa basa-basi, ia memukul wajah Luhan menggunakan bantalya.

yak! Kau dari mana saja, eoh? Kenapa datangnya tiba-tiba seperti ini, eoh? Kau benar-benar mengejutkanku, Luhan-sshi! Ish! Bisa-bisa gila! Hidup dengan orang-orang aneh seperti kalian.”

mwo? Yak! Kau mengejekku dengan manusia aneh?” Tanya Luhan tidak terima.

tidak, aku tadi bilang apa, eoh? Orang-orang disekitarku. Berarti orang-orang aneh itu bukan hanya kau saja, Luhan-sshi. Berbanggalah, masih ada yang lebih aneh lagi daripada kau, walaupun kau itu sudah kelewatan anehnya.” Jawab Wendi enteng sambil membaca majalah kesayangannya.

itu sama saja, pabo! Sudahlah, I don’t care! Kau beneran ingin membuktikan perkataanku kemarin bukan? Bersiap-siaplah, enam jam lagi kita berangkat.” Ujar Luhan sambil tiduran di samping Wendi.

iya, aku juga sudah tahu, pabo. Kenapa kau tidur disampingku? Pergi sana! HUSH, HUSH! Kau merusak mood-ku.” Wendi kembali memukul Luhan dengan majalahnya.

yak! Kau ingin aku mendadak amnesia, eoh? Hentikan, Wendi-sshi. Kau benar-benar wanita berdarah dingin!” Luhan terus merancau tidak karuan sambil menepis pukulan dari Wendi.

Wendi-ya! Eomma berangkat dulu! Cepat turun dan jaga tokonya!” teriak eommanya dari lantai bawah. Perasaa Wendi kembali dongkol.

Wendi-sshi? Neo gwenchana?” Tanya Luhan ketika melihat perubahan raut muka dari Wendi. Wendi langsung turun dari lantai atas dan bergegas menju tokonya yang tidak jauh dari tempatnya. “Wendi-sshi? Kau mendengarkanku, bukan?” Berulang kali Luhan mengajak Wendi berbicara. Namun nihil, tidak ada jawaban dari Wendi.

Setibanya di toko, Wendi mendudukkan dirinya di meja samping meja kasir lalu membuka buku pelajarannya. “Wendi-sshi, kau kenapa seperti itu? Kau marah padaku? Mianhae, aku janji tidak akan….”

bisakah kau membawaku saat ini juga? Aku lelah berada di dunia ini. Aku ingin cepat ke sana!” Ucap Wendi sambil memandang Luhan yang penuh dengan liangan air mata.

mwo?”

To Be Continued