FF/Ever Lasting Friend Yeongwonhi

Author : theangels

Cast :

  • Park eun joon
  • Park min hye
  • Kai EXO
  • Cho kyuhyun
  • Others

Genre : tentuin sendiri

Length : oneshot

Cuap-cuap : hai, hai! Author bawa fff terbaru nih! Walaupun ff ini ff keempat author, tapi author memberanikan diri mengeshare ff milik author. Author terinspirasi dari saudara author yang juga tergila-gila dengan author dan ingin sekali lihat SS5INA. Kuharap kalian menyukai ff ini.

WARNING! TYPO BERTEBARAN DIMANA-MANA. NO PLAGIAT!

Happy Reading~

EUN JOON POV

Hi, hi, hi. Perkenalkan eun joon imnida. Aku siswi dongkyu art high school. Sekarang aku kelas XII. Boleh dibilang sebentar lagi aku akan lulus dari sekolah ini. Aku merasa aku itu barusan masuk di sekolah ini. Tak kusangka, waktu bergulir dengan cepatnya. Aku tengah mempersiapkan buku pelajaran hari ini. Jam masih menunjukkan pukul 05.30 KST.

Lima menit lagi aku harus berangkat sekolah. Aku sekarang masih eonnieku yang sedang asyik berdandang ria. “eonnie! Sudah siap apa belum?” tanyaku sedikit berteriak.

“sebentar lagi, saeng!” teriak eonnieku dari kamarnya. “aish, palliwa! Sekarang aku ada bimbel pagi. Atau aku berangkat duluan. eonnie minta eomma saja.” “shireo! Pokoknya aku bareng kamu. Eonnie sudah siap.” Kata eonnieku keluar dari kamarnya.

“eonnie lelet! Eomma! Kami berangkat dulu!” pamit aku. “kau tidak sarapan dulu, yoon-ah?” Tanya eomma dari dapur.

“aniyo eomma, aku buru-buru sekarang. Ya udah aku berangkat.” Aku dan eonnieku berangkat mengendarai sepeda motor kesayanganku. Maklum, setahun yang lalu yang membelinya dengan uang tabunganku, walaupun ada tambahan dari orang tuaku. Itu sangat membantuku keluar kemana-mana lagi.

SKIP TIME~

Untung aku tidak terlambat masuk sekolah. Kalau saja eonnieku tadi tidak kusuruh cepat-cepat bisa-bisa aku sekarang ada di ruangan khusus siswa yang terlambat masuk bimbel. “eun joon!” sapa salah satu temanku.

“eh sang rin. Waeyo?” tanyaku sambil mengambil buku fisika paket dan tulis. “kau udah mengerjakan pr fisika dari kim seongsangmin belum?” tanyanya. “nde, ini tinggal nomor 3,10,18,20. Wae?” tanyaku curiga. Pasti anak ingin mencontek hasil kerjaanku.

“aku boleh nyontek jaawabanmu gag? Aku gag bisa semuanya.” Katanya memelas. Kuduga. “ige. Nulisnya yang cepet. Lima menit lagi kim seongsaengnim udah masuk.” “nde, makasih eun joon. Kau sahabatku paling baik. Aku pinjem bukumu ya?” katanya sambil membawa uku tugasku. “aish, bocah ini. Datang cumin ada perlunya saja.” Ucapku kesalku.

“joon-ah, joon-ah, aku punya kabar baru loh!” kata chinguku sambil menyenggol bahuku. “apa beritanya?” tanyaku sambil membaca buku fisika (author:nie anak seneng banget ya sama pelajaran fisika,sama seperti itu #nunjuk kyupil)

“besuk maret akan ada SS5” Katanya sambil nunjukin majalah tentang SS5. “huwaaa!!!!aku pingin liat!” teriak kami –aku dan chinguku- berbarengan. “kalian berdua berisik!” kata para namja yang sedang mengerjakan pr.

Kami hanya berdegus kesal. “eottokkeh? Kau ingin melihatnya ‘kan? Aku lihat bareng ya?” pintanya. “sebenernya aku juga ingin. Tapi tabunganku masih belum mencukupi. Lagian tiketnya mahal-mahal. Uang jajanku saja kutabung agar aku bisa lihat SS5.” Ujarku sedikit curcol.

“apa aku pinjemin uang dulu. Untuk masalah mengganti urusan belakang, yang penting kita bisa lihat bareng-bareng.” Katanya semangat 45. “ah tidak usah sora-ya. Nanti aku malah merepotkanmu. Lebih baik aku ngumpulin uang dulu. Lagian SS5 disini ‘kan diadakan dua kali. Pada saat pembukaan dan penutupan. Aku ‘kan bisa lihat pada saat penutupannya.” Ucapku enteng.

“iya juga sih. Ya udah, aku kembali ke kelas dulu, ya? Belnya udah bunyi tuh. Sampai ketemu lagi.” Kata sora meninggalkan aku sendiri di kelas yang penuh dengan kebisingan. Bagaimana tidak? Siswa-siswa disini masih repot dengan prnya termasuk kim sang rin. Padahal oppanya pintar dalam bidang ini –fisika-. Pernah suatu hari aku bertanya kepadanya kenapa dia tidak mau mengerjakannya dengan oppa. Dia Cuma bilang kalau dia harus mengerjakannya sendiri. Gag boleh manja pada orang lain.

Kupikir-pikir benar juga perkataan oppanya sang ri itu. Tak lama kemudian sang ri muncul di hadapanku. “in buku tugasmu gomawo udah mau minjemin. Soal yang masih kau jawabin udah kujawab. Tadi aku nyontek punyanya si kaca mata tebal itu. Sekali lagi gomawoyo.” Katanya sambil menundukkan punggungnya.

“ne, cheommaneyo. Udah sana, kembali ke bangkumu. Kim seongsaengnim udah datang.” Kataku sambil menunjuk guru yang menurutku lumayan killer. Sebenarnya gag killer tapi kadang-kadang terlanjur mengerjakan tugas, gag di koreksi. Tapi pada saat aku males mengerjakan tugas itu malah di koreksi. Aku paling sebal sepeti ini.

Oh ya. Aku belum memberitahu kalian semua. Aku ini ELF, lebih tepatnya SPARKYU. Kalian mengerti kenapa aku suka dengan si epil itu? Ya akan kuceritakan dari awal agar kalian mengerti

FLASHBACK

“Eonnie pulang!” teriak eonnieku dari ruang tamu. Selalu mengganggu saja. Eonnie menghampiriku sambil mencubit pipiku.

“yak! Appo!” rintihku kesakitan. “dasar manja. Cumin segitu saja udah menjerit.” Ejek eonnieku. “yak! Kau kenapa sih selalu mencubit pipiku, huh?! Sakit tahu. Kalau kubales gag mau ‘kan.” Ucapaku kesal. Bagaimana tidak kesal, gusiku sebelah kiri sedang sakit. Dasar peranakan setan.

Pletak! Sebuah jitakan mendarat mulus di kepalaku. “dasar gag punya sopan santun. Harusnya kau memanggilku eonnie. Cih!” “udah-udah. Kalian dari tadi ribut terus. Sehari tidak ribu kenapa?” relai oppaku yang juga barusan pulang sekolah.

“yak! Kai oppa. Eonnie duluan yang ngajak perang!” aduku. “dia duluan. tadi pagi dia udah mencoret-coret gambar wajah kekasihku.” Adu eonnieku juga. “itukan hanya gambar eonnie. Lagi pula dia gag bakalan marah.” Kataku enteng. “yak! Aku dapat gambar itu penuh perjuangan eoh! Tidak mudak mendapatkan gambar donghae yang begitu sempurna. Malah mencoret-coretnya.” Kesalnya.

“aish, jangan bertengkar! Kau, hye min. jangan seperti anak kecil lagi. Kau ‘kan udah SMA kelas X. jangan berkelakuan seperti anak kecil. Dan kau juga, eun joon. Kau jangan mengganggu eonniemu ini. Jangan membuat dia marah. Sekarang kalian minta maaf. Oppa tidak akan memberikan kalian ini.” Kata oppaa sambil memperlihatkan psp miliknya.

“eonnie, maafkan aku. Aku memang salah.” “aku juga minta maaf saeng.” Kata eonnieku juga. Kamipun saling berpelukan. Itulah kebiasaan di keluarga kami.

“aku udah minta maaf pada eonnie. Sekarang mana psp oppa?” tanyaku mendekati oppaku. “ige. Jangan rebutkan. Awas kalau sampai rusak. Oppa tak akan memberikan psp lagi.” Nasehat oppa. “nde!” ucap kami –eonnie&aku- berbarengan.

“hye min, eun joon, kai. Waktunya makan siang!” teriak eomma dari dapur. “nde!” kata kami berbarengan pula. Kami berjalan menuju ruang makan tuk makan siang yang penuh kedamaian.

SKIP TIME~

Kini aku telah berada di kamarku berwarna biru laut itu. Kurebahkan badanku ke kasur empukku.

Tok-tok-tok! Bunyi ada yang mengetuk pintu kamarku. Pasti itu eonnie. “masuk!” nonggollah (?) eonnie sambil menjoget-joget gag jelas.

“wae eonnie?” kataku sambil menatap aneh eonnieku. “aku hanya ingin musikan disini. Disana aku di marahin oppa. Kau ‘kan tahu sendiri, oppa sifatnya seperti itu. Tidak suka kebisingan. Jadi kuputuskan musikan disini. Boleh ya?” pinta eonnieku sambil menunjukkan wajah aegyonya yang ancur itu. “nde.’ Jawabku singkat.

“gowayo saengku. Kau memang saengku paling baik.” Katanya sambil memelukku. “nde. Eonnie, sesak!” “ah, mianhae!”

“eonnie mau dengerin lagunya siapa sih? Sepertinya asyik. Kataku sambil melihat isi daftar lagu milik eonnieku. “ah, aku dengerin lagunya super junior. Lagunya bagus-bagus loh. Kau ingin mendengarnya?” Tanyanya sambil memutar musiknya.

Lagu yang diputar sekarang bonamana. Katanya lagu ini yang terlaris tahun ini. Awalnya aku kaget mendengar suara bassnya yang lumayan keras. Lama-kelamaan aku ikut terhanyut dalam lagu itu. Kuakui lagu ini sangat enak didengar.

“eonnie, cepat kirimkan lagunya. Aku minta!” pintaku. “nde, bluetothmu udah nyala belum?” katanya eonnieku udah siap-siap mengirim lagunya ke hpku. “udah eon. Tak membutuhkan waktu lama aku udah mendapatkan lagu itu.

“selain bonamana ada lagi gag eon?” “ada dong. Kau tak tahu ya? Aku ini ELF.” “ELF? ELF itu apa eon?” tanyaku bingung. ‘ELF itu nama fansclub super junior. Kau mulai menyukai super junior ya?” Tanya eonnieku sambil menyenggol bahu.

“kurang lebih sih begitu.” “kau ingin lihat gag mv lagu ini. Aku punya loh!” “jinjja? Aku ingin melihatnya eon. Palli.”

Eonnie memperlihatkan mvnya yang ada di dalam hpnya. Semua personilnya keren-keren! Aigo~ cakepnya mereka. Tapi mataku tidak mau pindah kemana-mana saat melihat namja yang senyumnya itu seperti setan.

‘’eonnie” panggilku. “hmm” jawab eonnieku tidak lepas pandangannya dari hp layar sentuhnya. “namja yang pakai jas itu siapa namanya?” tanyaku sambil menunjuk kearah si namja tersebut. “oh itu? Itu kyuhyun. Nama lengkapnya cho kyuhyun. Wae? Aku menyukai namja ini?” Tanya eonnie dengan tatapan curiga.

Aku hanya menganggukan kepala. “hahahah!” tawa eonnieku. Kenapa eonnieku ketawa? Apa ada yang lucu?

“ada yang lucu ta eon?” “ani, aniyo~ hanya saja aku heran melihatmu. Kenapa kau itu suka sama namja setan seperti dia. bahkan ia sama evilnya denganmu.” Kata eonni masi ketawa seperti mak lampir (?) “yak! Suka-suka aku. Yang suka dia ‘kan aku bukan eonnie. Tadi namanya siapa? Aku lupa.” “KYUHYUN! CHO KYUHYUN!.” Kata eonnieku di samping kuping.

“aish, selalu saja seperti ini.” Ucapku sambil meniup kupingku bergantian. “lalu yang namanya dongek, dongek yang selalu kau banggakan mana?” tanyaku melihat kembali mvnya. “itu, yang barusan sulap tadi. Tampan bukan.” Kata eonnieku membangga-banggakan idolanya itu.

“cumin segitu saja udah bangga. Aku akan mengalahkan idola eon dengan idoalku. Tungga saja pembalasanku eon.” Kataku sambil memperlihatkan senyuman mautku. “nde. Akan kutunggu pembalasanmu. Udah, eon mau tidur. Kalau ingin minta, minta saja. Eon mau tidur disini.” Kata eonnie mengambil bantal yang kupegang dari tadi. “dasar ratu tidur!”

Tak lama kemudian eonnieku udah berada di alam mimpi. Ini anak cepet banget tidurnya. Ah lebih baik aku ngirim lagu saja. Kira-kira yang yang bagus yang mana ya? Ah mending semua file lagu punyanya eonnie kukirim semua.” Kataku sambil mengirim semua file yang ada di folder super junior.

15 menit kemudian

Yah, akhirnya semua udah terkirim. Kudengarkan lagu satu persatu. Lagunya eon kebanyakan kok slow begini ya? Dasar yeoja meng-slow. Eonku ‘kan suka banget lagu yang slow-slow. Kuputuskan aku tidur di samping eonku. Kututup mataku perlahan dan mulai saat itu aku resmi menjadi seorang ELF.

FLASHBACK END

Tak terasa pelajaran kim seongsaengnim udah berakhir. Senangnya. Tapi setelah pelajaran fisika ‘kan matematika. Udah dibikin pusing di pelajaran fisika sekarang di tambah lagi. Ah! Aku benci matematika!

SKIP TIME~

“AKU PULANG” teriakku sambil meletakkan tasku di kursi samping kamarku. “kau sudah pulang?” kata eonnieku sambil melihat tv. “nde. Eon gag sekolah eoh?” tanyaku sambil meneguk segelas air. “nde, tadi eon pulang pagi.tadi waktu eon pulang, eon lihat majalah terbaru kalau sebentar lagi suju mengadakan SS5. Wah, rasanya aku ingin sekali lihat. Lagian tabungan eonnie lumayan buat lihat konser mereka.” Cerocos eonnieku panjang lebar.

“aku juga udah tahu, eon. Aku juga ingin melihat konsernya. Tapi tabunganku masih belum mencukupi.” Kataku memelas.

“itu salahnya kau sendiri. Lumayan terkumpul banyak aku selalu member barang ini itu. Sekarang rasakan sendiri.” “yak! Eonnie selalu saja berbicara kasar padaku.” Kataku sambil memajukan bibirku 5 cm.

“bukannya eon berbicara kasar padamu tapi coba kau piker dulu sebelum membeli barang. Kau lihat sendiri ‘kan barangmu banyak yang gag kau pakai.” “aku ‘kan cumin mengoleksi saja eon. Lagi pula barang itu limited edition.”

“yah terserah kau saja. Eon mau tidur.” Kata eon beranjak dari tempatnya. “jangan lupa makan. Eon udah nyiapin makanan buatmu. Eomma sekarang dii rumah nenek. Besuk eomma udah pulang kok.”

Blam~ suara pintu eon tertutup sempurna. Aku hanya menghela napas berat. Benar kata eonku. Aku terlalu menghambur-hamburkan tabunganku. Mulai hari ini aku akan berhemat. Itu pun hanya semata-mata ingin meliat oppaku “CHO KYUHYUN” my prince, penyemangat belajarku.

4 bulan kemudian

Tak terasa sekarang udah bulan maret. Dan kurang 2 minggu lagi super junior akan konser di korea. Kyaaa~ aku udah sabar ingin melihat penampilan mereka. Tapi tabunganku tetep saja gag mencukupi harga tiket SS5. Rasanya thun ini aku tidak bisa melihat melihatnya.

Aku sekarang berada di halaman belakang rumahku. Setiap hari aku selalu berada disini. Tuk melepaskan rasa penatku seharian ini.

Angin berhembus dengan lembutnya. Anak-anak rambutku ikut merasakan sejuknya hawa disini. Tiba-tiba sepasang tangan kekar menutupi kedua mataku. Aku sudah yakin ini tangannya kai oppa. “oppa, aku sudah tahu kalau itu kau. Cepat lepaskan tanganmu dari mataku. Aku tidak bisa melihat apa-apa oppa!” kataku berusaha melepaskan tanganya dari mataku ini.

Perlahan tangannya mulai menjauhi dari mataku. “kau itu selalu tahu. Oppa udah kangen dengan dongsaengku yang paling nakal ini.” Katanya sambil mencubit kedua pipiku. Tangannya selalu jahil. Tapi sangat menyukainya saat seperti ini.

Udah dua bulan oppaku tidak pulang ke rumah. Karena oppaku sekarang sering tidur di rumah temennya. Katanya buat mempersiapkan UAN tahun ini. Ya, sekarang oppaku udah kelas XII SMA. Tidak heran lagi oppaku selalu sibuk dengan belajarnya. Oppaku ini memang kutu buku.

“kau kenapa disini sendirian? Kau merindukanku eoh?” katanya sambil mencolek daguku. “aniya! Kau terlalu PD tuan park! Mana mungkin aku merindukan seorangg namja menyebalkan seperti kau.”

Pletak! Sebuah jitakan mendarat di atas kepala saengnya pelan. “yak! Appo!” teriakku kesakitan. “itu karena kau tidak memanggilku oppa.” Kata oppa penuh kemenangan. “ih, kau ingin aku gagar otak gara-gara jitakanmu eoh?”ucapku kesal.

“salahnya sendiri kau begitu. Kau masih belu menjawab pertanyaanku yang awal. Kenapa kau disini sendirian? Tumben.” “aku capek dengan pr-prku semua. Sebentar lagi aku juga akan menghadapi UAN oppa. Aku jenuh belajar. Aku butuh refresing.” “oh begitu. Tapi aku lihat kau tampak menyedihkan begitu? Ayo ceritakan kepada oppa. Mungkin oppa isa bantu.”

“begini, 2 minggu lagi ‘kan suju mengajakan SS5. Aku pingin banget melihat penampilan mereka tapi aku uang tabunganku masih belum cukup tuk membeli tiket. Ah! Aku jadi frustasi!” kataku sambil mengajak-ngajak rambutku.

“oh, itu masalahnya. Kalau saja oppa punya uang, pasti oppa akan membelikan tiket SS5 tuk kamu. Tapi saying, uang oppa masih buat mbayar uang kenang-kenangan.” Katanya menunduk. “gwenchanayo oppa. Aku udah senang bisa jadi ELF walaupun aku tidak bisa bertemu langsung dengannya. Bagiku itu sudah cukup.” Kataku menutupi kekecewakanku.

“jinjja? Kenapa tambah cemberut gitu huh? Senyum lagi dong. Oppa kesini ingin lihat kau tersenyum. Cja.. ayo tersenyum J” ajak oppaku sambil memperlihatkan senyum menawannya itu. Aku sungguh merindukan senyumannya itu.

“ayo kedalam. Oppa ingin makan bersama saengku yang manja.” Ucapnya sambil menggendongku ala bridal. Aku hanya menundukkan kepalaku dalam dada bidangnya. Hangat. Itulah aku rasakan sekarang.

EUN JOON POV END

Kini tibalah saatnya bagi ELF yang ingin membeli tiket mulai berbondong-bondong menyerbu loker tiket. Dalam waktu 10 menit tiket ludes terjual. Seorang yeoja yang sedari tadi melihat kehebohan para ELF tersebut hanya menghela napas panjang.

Ia juga ingin seperti mereka tapi ia hanya membawa 500 ribu won. Itu pun masih belum mencukupi tuk membeli tiket. Tiba-tiba ada seorang namja yang umurnya kira-kira 25 tahunan dengan memakai kacamata dan masker bisa dibilang dia seperti buronan yang barusan kabur dari penjara menghampiri yeoja tersebut.

“apa kau yang bernama park eun joon?” Tanya namja tersebut. “nde? Kau kok tahu namaku? Kau siapa? Kau apa dariku?” Tanya yeoja itu was-was.

“ikut aku.” Kata namja tersebut sambil menarik pergelangan tangan yeoja yang bernama eun joon itu. Eun joon pun berusaha melepaskan cengkraman dari namja tersebut. Hingga sampailah ia dan namja itu di backstage.

“kau ini siapa? Kenapa aku dibawa kemari? Kau ingin apa huh?” tanyanya membentak. “suaramu mohon dipelankan. Aku ini biasmu.” Ucapnya sambil melepaskan barang pesamarannya itu. “kaaa..kau….cho kyuhyun?!” teriak eun joon tidak percaya.

“nde, aku cho kyuhyun. Pria tertampan seantero dunia keartisan. Aku sengaja mengajakmu kemari tuk memberikan ini.” Katanya sambil memberikan selembar tiket VVIP ke eun joon. Kini ia mulai hysteria karena berhasil mendapatkan tiket SS5+bertemu langsung dengan biasnya. “aku ingin bertanya pada anda. Anda tahu nama saya dari mana? Dan juga tahu kok tahu aku?”

Namja bernama kyuhyun tersebut memperlihatkan smirk smilenya. “dua hari yang lalu ada seorang namja datang ke dorm kita. Lalu ia meminta kepadaku menyerahkan tiket ini kepadaku. Ia juga memberikan fotomu. Untungnya kau itu masih berada disini, jadi dengan mudahnya aku bisa menemukanmu.” Katanya panjang lebar.

“kalau boleh tahu nama namja itu siapa?” Tanya eun joon.

“mianhae, ini privasi. Ia tidak mau memberitahu pada kami.” Katanya masih tersenyum. “gamsahamnida kyuhyun-ssi. Berkat anda, aku bisa melihat penampilan kalian. Sekali lagi aku ucapkan terima kasih.” Kata eun joon sambil membungkukkan badannya.

“cheonmaneyo eun joon-ah. Kau tak perlu memanggilku kyuhyun-ssi. Panggil saja aku oppa. Aratchi?” “nde, arraseo. Hmm, aku boleh tidak minta fotomu oppa.” Tanya eun joon malu-malu. “dengan senang hati.” Kyuhyun mendekatkan tubuh di samping eun joon dan mulai memoto diri mereka.

“neomu kyeopta! Jeongmal gomawo oppa. Aku senang bisa bertemu pada oppa. Aku pulang dulu oppa. Ini sudah sore.” Pamit eun joon

“nde, aku juga senang bertemu denganmu. Hati-hati di jalan.” Kata kyuhyun sambil melambaikan tangannnya.

Eun joon pun ikut membalasnya. “SS5, I’M COMING!!!” teriak eun joon kegirangan. Ia tak menyangka bisa bertemu dengan biasnya sekaligus bisa melihat konser langsung. “aku tahu pasti ini semua kerjaannya oppa. gomawo oppa. aku jaadi tambah saying sama oppa.” kata eun joon dalam hati. Yeoja itu berjalan dengan penuh keceriaan. Tak lupa sebuah senyuman terus ia pancarkan. Hari ini merupakan hari yang membahagiakan baginya. Tak sabar lagi ia ingin melihat kesepektarkuleran boyyband yang tengah naik daun tersebut.

Keesokan harinya

EUN JOON POV

Kini aku telah berada di dalam ruangan yang penuh dengan para ELF yang tengah membawa lampstick berwarna blueshapirre. Ya, aku sekarang melihat oppadeul konser. Aku sungguh tak menyangka aku bisa melihat sedekat ini. Aku benar-benar ahagia sekali.

Aku kesini bersama chinguku, sora. Aku berada di tempat VVIP. Eonku ada di tempat VIP. Walaupun jaraknya lumayan jauh tapi tidak membuatku patah semangat.

Tiba-tiba lampu panggung dan stadium padam. Bebarengan itu oppadeul memunculkan dirinya dari bawah ke atas panggung. Kami berteriak histeris melihat mereka. Aku sangat bersyukur bisa melihat mereka berkumpul walaupun tanpa leeteuk dan heechul tapi itu sudah cukup memnbuatku berkecak kagum dengan penampilan mereka.

Apa lagi penampilan kyuppa. Bagiku penampilannya kali ini, astaga! Keren sekali! Kami sebagai ELF akan selalu menyuport mereka apapun yang terjadi dan kami akan selalu setia padanya. Karena kami EVER LASTING FRIEND YEONGWONHI!

‘END’

 

Akhirnya, ffku yang super gaje ini selesai juga (menyeka keringet dibantu donghaeoppa). Makasih udah mau baca ffku ini. Tunggu ffku yang lain ya? (pergi bareng bang fishy)