FF/The Power of Love

Author : Theangels’

Cast :

  • Han hye ae
  • Lee donghae

Length : one shot
Genre: romance
Cuap-cuap: nie FFku yg pertama,mian cl0w gaje en’ jelek. selamat membaca ^^

GambarDonghae lari kegirangan karna dia diterima di Universitas Super Junior yg menurutnya universitas yg sangat sulsah tuk menjadi mahasiswa disana. universitas Super Junior merupakan universitas kesenian yg terkenal di Seoul.

tidak heran jika banyak yg mau mendaftar disana termasuk dirinya. tidak sembarang orang bisa lolos menjadi mahasiswa di universitas tersebut. bagi pendaftar harus mempunyai multitalent dan punya pengalaman menjadi artis.

donghae sempat gugup da kepikiran tidak diterima di universitas favoritnya. setelah menjalani tes ternyata dia dinyatakan lolos dan berhasil menjadi mahasiswa disana. dongahe masih belum percaya bahwa dia diterima oleh universitas tersebut.

dia merasa perfomnya kurang sempurna dan suaranya jelek, ternyata diterima. setiba di rumah dia memeluk appanya.

“appa..appa…aku diterima, eomma lihat! aku diterima!” kata dongahe kegirangan. “bagus, anakku. kau anak appa yg paling appa sayangi.” kata appanya Donghae sambil mengelus-elus rambutnya Donghae lembut.

“Gomawo appa. tampa appa,mungkin aku tidak diterima.” “Sudah, ayo kitta makan untuk merayakan diterima kamu di universitas favoritmu.”

“ne appa” kata Donghae sambil menganggukkan kepalanya. hari ini keberuntungannya Dongahe. dia berharap diterimanya di Universitastersebut dia bisa melatih seninya lebih baik lagi dibidang suara dan dance karan dia ingin membahagiakan appanya yang dulu ingin sekali menjadi penyanyi tetapi oleh appanya tidak diperbolehkan ananknya menjadi penyanyi. sejak saat itu Donghae dilatih appanya menyanyi dan dance supaya dirinya tidak seperti appanya.

Keesokan harinya, Dinghae sudah bersiap untuk berangkat ke kampus.

“weh….yg diterima di Universitas favorit sudah siap-siap ni ye..” kata Leeteuk yg sedari tadi menperhatikan gerak-gerik namdongsaengnya.

“ah,hyung,bisa saja kamu.” kata Donghae tersenyum simpul. “sudah, nanti kamu telat masuk. jebal berangkat sana!!” “anterin ya,Hyung. jebal!!” kata Donghae sok aegyeo.

“ia,ia,nanti hyung anterin. yang cepat ya!”

“ne,ini hampir selesai. eomma, appa aku berangkat dulu ya!” kata donghae sambil mencim tangan kedua orang tuanya.

@universitas

DONGHAE POV

yeah, akhirnya aku diterima di universitas favoritku. sampai disini kutelusuri ini universitas dan mencari-cari ruanganku. saking senengnya atau gag liat jalan aku menabrak seorang yeoja di depanku. “aduh!!” kata yeoja itu kesakitan. “mianhae,aku gag sengaja.” kataku sambil menunduk.

“aniya, seharusnya aku yang mianhae karna aku yang gag liat jalan.” “itu juga salahku juga.” kataku sambil mendirikan tubuh mungilnya itu. “gomawo udah menolongku, kau murid baru disini?” “ne,aku murid baru disini.”

kkkkkrrrrrriiiiiiiinnnnnnggggggg!!!!!!!!!

“udah bel,aku masuk ruanganku ya?” kata yeoja itu sambil meninggalkanku. padahal aku masih ingin tanya siapa namanya malah sudah bel. aku langsung mencari-cari ruanganku.

setelah kurang lebih lima menit aku mencari ruanganku akhirnya ketemu. aku ada di ruangan vokal+dance A. kumasuki ruanganku dan aku dapat duduk paling belakang. selang beberapa lama kemudian masuklah sonsaengmin yang kelihatannya killer.

“selamat pagi anak-anak, kim hyun joong imnida. sekarang perkenalkan diri kalian masing-masing dimulai dari bangku paling depan pojok kanan.”  satu per satu mereka memperkenalkan dirinya masing-masing, tersisa aku dan yeoja yang tadi aku tabrak. ternyata dia seruangan denganku. “joneun han hye ae imnida. panggil saja aku hye ae. mohon bantuannya.” katanya sambil menundukkan kepalanya dan kembali duduk.

“oh…namanya hye ae? cantik juga.” gumanku dalam hati. karna keasyikan melihat hye ae aku dikagetkan oleh namja disampingku. “sekarang giliranmu” “ehem, lee donghae. cukup panggil saja donghae” kataku sambil duduk seperti semula.

“oke, perkenalannya sampai disini. sekarang kita latihan ambil suara, arraseo!!!” “ne arraseo!!” dua jam kemudian bel tanda istirahat mulai berbunyi. aish, suaraku hampir habis gara-gara dibuat latihan tadi.  secara tidak sengaja aku melihat hye ae duduk sendirian di taman. kesempatan bagus untuk mendekatinya.

kubawakan dau gelas es jeruk yang kubeli di kantin. enak bukan panas-panas minum yang dingin-dingin. perlahan kudekati dia, tapi entah mengapa ketika aku hampir dekat dengannya kakiku terasa kaku. “donghae kau hampir sampai, jangan gugup dan tetap semangat” kataku dalam hati. ketika hampir disampingnya dia malah pergi.

“donghae,ini minumannya buat aku ya?” tanya eunhyuk yang mengagetkanku. untung aku gag punya penyakit jantung. awas ya eunhyuk, kalau kau ulangi lagi, matilah kau!! “ini,buat kau saja.” “jeongmal???” “kalau tidak mau kuminta kembali minumannya!” kata Donghae agak kesal. “andwae! panas-panas kan paling enak minum yang seger-seger. kuminum ya?” kata eunhyuk sambil menghabiskan minumannya.

“pelan-pelan napa? liat bajumu,basah semua” kataku sambil menunjukkan baju hyukie yang basah. “habis enak sih minumannya,…” belum selesai bicaranya bel masuk sydah berbunyi. “eh,sudah bel. ayo kita masuk.” “eh,eh,eh gelasnya gimana?” tanyaku pada hyukie. “kembalikan saja ke kantin, kamu kan yang beli.” jawab hyuk meninggalkanku.

“aish, kau ini ingin cari enaknya saja.” kataku sambil memanyunkan bibirku. ketika aku mengembalikan gelas tiba-tiba kuliat hye ae sedang bercakap dengan namja lain. aku tak tahu mereka sedang membicarakan apa. tapi dari raut muka hye ae saja *seperti dukun saja* seperti sedang bersedih hati *memang beneran*. andaikan aku ada di sisinya, mungkin dia agak terhibur. aish, kenapa aku berkhayal begituan. kucepat langkahku ke kantin dan berlari ke ruanganku. semoga sajaguru killer itu belum masuk ruangan

DONGHAE POV END

sesampai di ruangan, donghae menbukakan pintu dan gurunya sudah ada di ruangan. “matilah kau donghae!!!!” kata donghae dalam hati. “donghae, kau darimana saja? kau telat 10 menit. sekarang bersihkan lorong ruangan sampai bersih. arraseo!” “ne, arraseo.” jawabku sambil meninggalkan ruangankiu.

“sial banget aku hari ini, bisa-bisanya di hukum oleh guru killer itu.” ketika sedang berjalan menuju ke lorong ruangan tiba-tiba seseorang memanggil-manggil namanya dari belakang.

“oppa,oppa!!!” “eh,hye ae.kenapa kau kesini?”

“aku dihukum oleh guru hyun joong.” “berarti kita sama dong.” “sama apanya?” tanya hye ae garuk-garuk kepala. “sama-sama dihukumlah, hye ae..” “oh, ne.”

“ayo kita bersihkan lorong ini, keburu dimarahin lagi.” “hmm.” kata hye ae menganggukan kepalanya.

20 menit kemudian

“akhirnya selesai juga pekerjaan kita, ternyata lorongnya lumayan besar juga, ya?” curhat donghae panjan lebar. “ne, oppa.”

donghae merogoh-rogoh sakunya. “kau mau permenkah?” tawar donghae sambil menyodor beberapa permen ke hye ae.

“gomawo oppa” kata hye ae sambil membuka bungkus permen.

“kalau boleh tahu rumahmu dimana?” “oh, rumahku di Mokpoo, kau mau main ke rumahku?” “tidak juga, cuman tanya saja.”

“oh” kata donghae singkat.

“yuk kita kembali ke ruangan.” ajak donghae. “ne,kajja!” kata hye ae sambil  jalan beriringan dengan donghae. ‘deg,deg,deg’ jantung donghae berdegub dengan kencang ketika berjalan dengan hye ae. dia tidak tahu perasaan apa yang dirasakannya saat ini.

akhirnya mereka sampai di ruangannya. “donghae, hye ae,apakah kalian sudah membersihkan lorong ruangan?” tanya guru hyun joong sambil berkacak pinggang.

“ne.” kata mereka bersamaan.

“kembali ke bangku kalian masing-masing! sekarang kita lanjutkan yang tadi.”

“hey, tadi kau bicara apa dengan hye ae? jangan-jangan kau nembak dia ya? ngaku,ngaku!!” tanya eunhyuk menepuk bahu temannya yang barusan duduk.

“a…aniya. mana mungkin aku nembak dia. aku ‘kan gag punya perasaan ke dia.” kata donghae sewot. “alah, jangan bohong. dari raut mukamu saja gag bisa disembunyikan. biar kutebak, kau lagi jatuh cinta sama hye ae, ya?” “gag mungkinlah, hye ae ‘kan orangnya cantik, udah gitu putih, lumayan putih pula. mana mungkin aku suka sama hye ae. ada-ada saja.”

“sudahlah, kalo kau benar-benar suka padanya segera kau tembak keburu ada yang punya lho” kata eunhyuk beri saran.

“kalo urusan itu kupikir-pikir dulu.” jawab donghae santai. “anak-anak, pelajaran kita cukup sampai disini. kita lanjutkan besuk. selamat siang anak-anak.” “siang pak!” jawab mahasiswa serempak. donhae dan eunhyuk keluar dari ruangannya menuju halte.

belum sampai di halte tiba-tiba mobil mewah berhenti di depan mereka. “ayo bareng sama aku, mumpung kita sejalur.” belum sempat donghae berkata sudah didahului eunhyuk.

“ne, kajja” kata eunhyuk menarik tanganya donghae. donghae hanya bisa diam dan menuruti kemauannya temannya. di dalam perjalanan mereka bercanda dan mengobrol-ngobrol hingga tak terasa sampailah mereka di rumahnya donghae. “gomawo chingu, kalian gag mampir ke rumahku dulu?” tawar donghae kedua temannya.

“ani, kapan-kapan saja kita main ke rumahmu. kami pulang dulu, ya? pai, pai!!” kata hye ae sambil melambai-lambaikan tangannya.

donghae membalasnya dengan lambaian tangan juga.

“cie..cie…diantar sama paca baru ini ye!” goda leeteuk di depan rumah. “ah, hyung. aku cuma temenan biasa. masak baru masuk langsung dapat pacar? ada-ada saja hyung.” kata donghae. “halah, tidak usah bohongo hyungmu ini, daripada kau sakit hati lagi gara-gara gag diterima si yeoja pujaan hatimu saat kau SMA. namanya…..siapa ya namanya? kok lupa gini?” kata leeteuk sambil mondar-mandir.

“aish, sudah, jangan diingat kembali, aku sudah muak dengan yeoja itu. aku mau mandi” kata donghae meninggalkan leeteuk di depan rumah sendirian.

“eh, ikan, jangan tinggalin aku!!” teriak leeteuk sambil berlari menghampiri namdongsaengnya dan memeluknya dari belakang.

“hyung, kau selalu saja memelukku, sehari saja hyung gag meluk aku. emang hyung gag pernah berpelukan dengan kang sora?”

“kalau itu sih, jangan ditanyakan. aku ‘kan suka memelukmu. memelukmu saja rasanya seperti dipeluk kang sora.” kata leeteuk mempererat pelukannya.

“hyung! gajemu kumat lagi. lepaskan aku hyung! jebal! aku risih dipeluk!” teriak donghae kesal dan berusaha melepaskan pelukan hyungnya.

“andwae, tetaplah seperti ini, kumohon.” pinta leeteuk. “ne, tapi jangan lama-lama, bau badanku udah gag enak nih.”. leeteuk melepaskan pelukannya dan donghae berjalan menuju kamarnya terlebih dahulu lalu menuju kamar mandi. ia terus memikirkan sesosok yeoja cantik yang selalu menghantui pikirannya. tak lain dan tak bukan yeoja itu adalah HAN HYE AE.

ia tidak menyadari bahwa ia benar-benar jatuh cinta. dongahe memberhentikan lamunannya karna ia dipanggil eommanya.

ia menyudahi mandinya dan bergegas ke suara itu berasal. eommanya ada di ruang tamu bersama appanya. “dongahe, eomma dan appa mau keluar, kau jaga rumah ya?” “ne, tapi hyung mana eomma?”  “oh, tadi hyung ada janji dengan pacarnya, jadi kau jaga rumahnya sendirian, gag apa-apa?” “ne.” “mungkin eomma pulangnya agak malem, kau boleh ajak chingumu ke rumah, arra?”

“ne arra.”

“kami berangkat, hati-hati di rumah” kata appa meninggalkan donghae sendirian.

DONGHAE POV

hari ini aku ditinggal keluargaku pergi. padahal mereka tahu kalau aku orangnya penakut. aisssshhh, kenapa teuk hyung ada acara date sih ma noona sora?

kuberanikan diri ke kamarku. tiba-tiba bel rumahku berbunyi. aku sungguh kaget 1000 kali lipat dan takut kalau yang memencet bel itu adalah HANTU!!!!.

mungkin ini karma buatku karna waktu kecil suka memencet bel tetanggaku hingga aku di jewer karna ketehuan membuat kejahilan *buka aib*.

spontan keringat dinginku keluar, tapi aku haruss memberanikan diri membukakan pintu. perlahan kubuka pintunya dan “oppa, mianhae malam-malam aku ke rumahnya oppa. aku ingin belajar  bersama oppa. tadi aku lupa mau bilang ke oppa dan kalau mau menghubungi oppa, au gag punya nomernya oppa. ” kata hye ae panjang lebar. “gwenchanayo, ayo masuk.” ajakku agak gugup.

aku dan hye ae masuk ke rumahku dan berjalan menuju ruang tamu.

“kita mulai dari mana?” tanyaku sambil buka-buka buku. “dari yang pertama saja, aku masih belum paham soal ini” “ne, sini kuarjakan.”

belum mulai kalau belajar tiba-tiba……”kyaaaaaa!!!!!” teriak hye ae sambil memelukku. “tenanglah, ini hanya mati lampu. aku ambilkan lilin dulu, ya?” kataku sambil berdiri dari tempat dudukku. “andwae, tetaplah disini, aku takut kegelapan.” kata hye ae sambil menari-narik lenganku dengan kencang.

karna aku tidak begitu besar sampai-sampai aku ambruk dihadapannya dan aku merasa bibirku menempel di bibir hye ae. apakah ini aku berciuman dengan hye ae? jantungku berdegub dengan kencang. aku gag menyangka aku dapat first kissku dengan chinguku sendiri.

pertama aku merasakannya dengan lembut, lama kelamaan  semakin panas. apa ini rasanya berciuman? kami melakukannya cukup lama, hingga lampunya menyala kembali.  “mianhae, aku yang salah.” kata hye ae dengan pipinya yang merah.

“a…aniya.itu juga salahku. karna aku, semuanya jadi begini.” kataku menunduk. kita semua diam mebisu dam masih memikirkan kejadian yang barusan dialami.

“sudahlah, jangan dipikir lagi, aku udah memaafkanmu, ayo kita lanjutkan yang tadi, keburu malam.”

pukul 21.00

“sudah malam, aku pulang ya?” katanya sambil merapikan buku-bukunya. “ne, lagian sopirmu udah ada di depan.” kataku sambil menunjukkan sopirnya lewat jendela.

“ya udah, aku mau pulang.”

“ne, gomawo udah mau kesini. hati-hati di jalan.” “ne, gomawo oppa” kata hye ae sambil melambaikan tangannya. aku pun membalasnya dengan lambaian tangan.

setelah hye ae pergi, hyungku datang.

“malam-malam kok di luar? apa tadi di dalam kau ketemu hantu?” “aish, ani, aku hanya nyari angin saja. emangnya gag boleh?” kataku ketus.

“boleh-boleh saja. tapi jangan lama-lama nanti malah masuk angin. ayo masuk.” “ne hyung.” “donghae-ah, tolong ambilkan hyung minum. haus nih.”

“ah hyung, baru pulang date nyuruh saengnya ambil minum.” gerutku. “donghae ‘kan baik, ambilkan ya?” kata hyungku engan tampang sok aegyo.

“aish, ne kuambilkan minum, daripada aku harus melihat aegyomu yang sangat menjijikan.” “apa katamu?!” tanya hyungku setengah kaget.

“ani, aku cuma bilang aki akan ambillkan minum.” “palli! kerongkonganku udah kering nih” “sabar sedikt kenapa?” gerutku lagi.

sampai di dapur aku kembali mengingat kejadian tadi. waktu terasa begitu cepat saat aku melakukannya. “apakah dia juga memikirkannya sepertiku?” gumanku dalam hati.

“donghae-ah, palli!!” teriak hyungku seperti serigala yang lagi kelaparan. “ne hyung!” jawabku. lalu kuhapuskan lamunanku dan segera mengambil air untuk hyungku yang sangat menyebalkan. “kau lama sekali ambil minumnya?” katanya sambil meminum airnya sampai habis.

“mianhae, kau ‘kan tahu sendiri kalau aku takut ke dapur sendirian.” “ne, arraseo, sekarang kau tidur sana, aku mau nelpon my baby princess.”

gubrak!!!! hyungku ini seperti gag ada pekerjaan selain telpon atau date ma yeojachingunya. kulangkahkan kakiku ke kamarku yang nyaman dan siap tuk tidur.”

DONGHAE POV END

“donghae, bangun. kau tidak kuliah?” kata leeteuk sambil memukul pantatnya saengnya. “aku kuliah, hyung. sekarang udah jam berapa?”

“sekarang jam 06.15”

“MWO? jam 06.15?” kata donghae kaget dan segera mandi.

di lantai bawah, eommanya sedari tadi memanggil-manggil namanya. “donghae, cepat makan, nanti kau telat.” “ne, eomma, ini aku udah siap.”

“eomma, hyung dan appa tunggu di ruang makan.” “ne eomma.” kata donghae setngah berlari menuju ruang makan.

@ruang makan

“donghae, kau tak seperti biasanya bangun kesiangan. kemarin malam kau kemana saja?” “ani, kemarin aku gag kemana-mana appa.” “cepat makan, hyung keburu-buru.”kata leeteuk sambil merapikan bajunya. “hyung mau kemana?” “hyungkan udah ulai masuk kerja, jadi harus berangkat pagi-pagi.” “ne, kajja. appa, eomma donghae berangkat iya?” kata dongahae sambil mncium keua tangan orang tuanya.

“ne, hat-hati di jalan. leeteuk, hati-hati kalau menyetir.” pesan appa. “ne, appa.” kata leeteuk sambil menyater sepedanya.

@universitas

pagi itu donghae jalan-jalan di taman mencari hye ae. biasanya hye ae lebih suka menghabiskan waktunya saat kuliah  di taman ini.

sesampai di taman dia tidak menemukannya. tak seperti biasanyadia tidak datang kesini. dengan muka lesu donghae pergi ke ruangannya.

hari ini guru hyun joong berhalangan hadir karna ada keperluan. sedari tadi donghae melihat seisi ruangannya. dia tidak juga menemukannya.

hatinya mulai gelisah, dia takut kalau hye ae tidak mau bertemu dengannya lagi. “hyukie, kau tahu gag he ae kemana?” “kau tak tahu ya? hye ae sekarang ‘kan pindah.” “mwo? pindah? pindah kemana?” sontak donghae kaget mendengar berita itu

dongahe hanya diam dan pasrah apa yang tlah dia alami. hye ae meninggalakan donghae tanpaada pesan. donghae merasa bersalah, sedih dan menyesal.

dia berjalan menuju kloternya dan membukanya.

didalamnya terdapat surat berwarna biru dengan gambar ikan. donghae mtngambil surat itu dan membacanya di taman biasa hye ae tempati.

lalu dia membuka suratnya dan mulai membacanya.

Untuk oppaku
donghae

            mianhae, oppa. aku pergi tanpa berpamitan dengan  oppa. egois memang, tapi aku terpaksa melakukan ini. appaku pindah dinas ke Swiss mengharuskan kami sekeluarga pindah juga. sebenarnya aku ingin membicarakan soal ini tapi aku gugup dan aku takut kalau oppa marah padaku.

            Oppa, jangan pernah lupakan aku. Kau tahu oppa sangat menyukaiku sejak pertama kita bertemu, tapi aku malu mengungkapkannya. Aku hanya hanya mengungkapkannya lewat surat ini.

            Oppa, walaupun aku harus pergi jauh meninggalakan oppa tapi aku akan selalu ada di hati oppa. Saat aku kembali nanti, aku akan mengunjungi oppa. Aku janji. Oppa, saranghaeyo ❤

Your kiss

Han hye ae

Air matanya  mulai membasahi pipinya. Donghae masih belum terima dengan kepergiannya. Ingin rasanya menjerit tapi apa daya dia berada di posisi yang tidak tepat. Dengan tangan yang masih menggenggam surat tersebut dia meninggalkan taman itu dan menyudahi kesedihannya.

3 tahun kemudian

Donghae telah berhasil menjadi sarjana dan di waktu yang bersamaan dia siap meliris lagu pertamanya bersama sahabatnya, eunhyuk.

Hari ini donghae mengenakan kemeja putih dan jas hitam. Dia terlihar tampan dan gagah. Kedua orang tuanya juga berdandan untuk merayakan keberhasilan anaknya menjadi sarjana. Sedangkan hyungnya, sudah melamar kekasihnya, kang sora.  Mereka berangkat menuju universitas super junior.

Sesampai disana, sudah banyak wali murid dan mahasiswa yang yang dating. Di puncak acara semua mahasiswa melempar topi wisudanya foto bersama sebagai kenang-kenangan. Di tengah bersenag-senang merayakan keberhasilannya, donghae melihat sesosok yeoja yang selama ini pergi meninggalkannya.

Donghae menghampirinya tapi dia malah berlari menuju taman universitasnya lalu donghae mengejarnya.

Sampai di taman, donghae melihat dia duduk dimana biasa ia duduk saat kuliah disini. “hye ae, kau kah itu? Aku sudah lama menantimu. Aku sudah kangen denganmu.” Kata donghae meneteskan air mata.

“nado oppa, aku juga kangen oppa. Aku sudah menepati janjiku tiga tahun yang lalu”. Kata hye ae sambil memeluk donghae.

“sekarang kau tidak akan meninggalkan oppa lagi ‘kan?” “ne, oppa. Aku ‘kan selalu di sisi oppa.”

“gomawo……..chagi” kata donghae sambil mengelus rambutnya hye ae lembut. Perlahan wajah mereka mulai mendekat…..mendekat…..dan……bibir mereka saling bersentuhan. Mereka berkissing ria di taman itu.

Tanpa disadari, mereka dilihat oleh hyungnya donghae, leeteuk beserta tunanganya. “chagi, mereka seperti kita, ya?”

“ne, oppa. Aku jadi iri pada mereka.” “apa chagi mau melakukannya disini?” goda leeteuk sambil menaikkan alisnya sebelah.

“mwo? A…aniya, aku gag mau melakukannya disini. Nanti saja kalau udah di apartemen.” “ne chagi. Ayo kita pergi, keburu ketahuan.” Kata leeteuk meninggalkan namdongsaengnya dan pacar ‘baru’nya di taman.

‘chagi, ayo kita ke depan.” Ajak donghae sambil menggandeng tangan hye ae. “ne, oppa. Kajja.” Sejak saat itu donghae dan hye ae resmi pacaran “hooooorrrrreeee!!!!!!!!!!”

‘END’

gimana critanya? gaje bukan? gomawo udah baca fanficQuw. mohon di kritik, saran dll ke author, ya? jeongmal gamsahamnida^^

Iklan